Sentra Peternakan & Penjualan Ternak Bebek/Itik (Pedaging, Petelur, DOD)
Jika anda berminat untuk memesan silahkan hubungi kami di 085284054803
Jl. Pelita 1 No.26 Desa Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu Provinsi Lampung

Jual Bebek Petelur dan Pedaging




Kami salah satu sentra peternakan bebek di daerah lampung, melayani pembelian dan penjualan bebek petelur dan pedaging. Peternakan kami terletak di daerah lampung tepatnya di daerah Pringsewu Lampung. Untuk keterangan mengenai bebek dan harga nya silahkan hubungi nomor kontak kami.


Baca


Jual DOD/Meri Itik



Kami menjual DOD dari beberapa jenis itik, antara lain jawa, galih, peking/hibrida, dll. DOD (Day Old Duck) adalah bebek baru menetas atau biasa disebut meri. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai DOD dan harga bisa hubungi nomor kontak kami.


Baca


Video Peternakan Bebek Kami



Berikut ini video peternakan bebek kami ya terletak di  Jl. Pelita 1 No.26 Desa Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu Provinsi Lampung. Luas peternakan kurang lebih 1 Hektar.




Baca


Cara Memelihara DOD/Meri Agar Terhindar Dari Penyakit



Sahabat bebek lampung kebetulan ada yang nanya caranya memelihara dod/meri supaya tidak mati. DOD (Day Old Duck) adalah bebek baru menetas atau biasa disebut meri. Pembesaran DOD/Meri periode pertama disebut periode starter yaitu pembesaran itik umur 1 hari sampai dengan umur 2 bulan. Pemeliharaan/pembesaran anak bebek/itik selama periode strarter harus sangat teliti agar meri/dod tidak mudah terkena penyakit dan mati, setidaknya meliputi beberapa aspek seperti berikut:

Hal2 Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembesaran Anak Bebek/itik

1. Induk Buatan 

Induk buatan sangat dibutuhkan itik pada periode starter, anak itik membutuhkan suhu ruang antara 35°C pada umur 1 minggu dan berangsur-angsur diturunkan hingga 18°C pada umur 4 minggu. Adapun sumber panas untuk menghangati anak itik dapat mengggunakan gasolek, lampu pijar ataupun lampu minyak yang dapat diletakan di atas induk buatan dengan ketinggian sekitar 45cm dari lantai. 

2. Kebutuhan Ruang 

Selain ditentukan oleh jenis itik yang akan dipelihara, kebutuhan ruang untuk anak itik juga ditentukan oleh cara pemeliharaan itik jantan dan betina serta tujuan pemeliharaaan itik, apakah akan dibudidayakan sebagai itik penghasil telur atau sebagai itik pedaging. Kepadatan populasi di dalam kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan itik. Di mana keadaan kandang yang terlalu sempit dapat mengakibatkan peningkatkan akumulasi zat karbon dioksida serta penurunan kadar oksigen di dalam kandang yang dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat serta itik rentan terhadap penyakit hingga dapat mengakibatkan kematian pada anak itik. 

Apabila pemeliharan itik umur 1 – 21 hari dilakukan di kandang pembesaran, maka cara mengatur kepadatan populasi dilakukan dengann cara luas kandang diperlebar dengan menggeser pagar penyekat sedemikian rupa sehingga luas kandang yang dimaksud sesuai dengan umur maupun jumlahnya. Apabila anak itik dipelihara di dalam kandang box, dilakukan dengan cara memindahakan sebagian itik ke dalam kandang box lainnya sehingga jumlah anak itik sesuai dengan luas kandang box yang ada. Kepadatan populasi ternak berdasarkan umur itik adalah sebagai berikut :



3. Minuman dan Tempatnya 

Itik membutuhkan air minum yang lebih dibandingkan dengan unggas lainnya. Untuk itu air minum diberikan dengan tidak terbatas maksudnya agar ketersedian air minum untuk itik selalu tercukupi. Apabila itik kekurangan air minum dapat menyebabkan pertumbuhan itik menjadi lambat. Tempat air minum itik sebaiknya menggunakan tempat minuman buatan pabrik yang berbentuk gallon ataupun tempat minuman yang berbentuk memanjang. Adapun ukuran tempat minuman itik tergantung dari jumlah anak itik yang dipelihara, untuk 100 ekor anak itik dibutuhkan 3 hingga 4 buah tempat minuman berbentuk gallon tenteng 3,81 atau 2 buah pipa paralon masing-masing sepanjang 3 meter. 

Untuk menghidari itik dari berbagai penyakit, sebaiknya tempat minuman dibersihkan dan dicuci setiap hari dengan menggunakan deterjen ataupun desinfektan dengan dosis sesuai yang dianjurkan oleh pabrik pembuatnya. Transportasi dari tempat asal DOD ke tempat peternakan seringkali mengakibatkan anak itik mengalami stres. Untuk mengatasi masalah tersebut maka setelah anak itik dimasukan ke kandang (induk buatan), anak itik diberikan air minum yang dicampur dengan gula (50g gula/1 liter air) serta vitamin dan antibiotik pada hari pertama. Selanjutnya vitamin dan antibiotik dapat diberikan sampai anak itik berumur 3 hari. Pemberian pakan untuk anak itik dapat dilakukan setelah anak itik meminum campuran gula,vitamin, antibiotik dan air. Biasanya pakan diberikan setelah 3 jam kemudian. 

4. Pakan dan Tempatnya 

Pada periode starter anak itik harus mendapatkan pakan yang baik dimana kebutuhan pakan dengan kandungan protein kasar sebanyak 20% dan ME (energi metabolisme) 3000kkal/kg. Disamping kebuthan protein dan energi metabolisme, pakan itik pada periode starter juga harus memenuhi zat-zat lain yang akan dijelaskan pada halaman PAKAN. Adapun alternatif tempat pakan untuk setiap 100 ekor anak itik antara lain berupa empat buah tempat pakan berbentuk piringan bulat dengan garis tengah sekitar 30 cm, tiga buah tempat pakan dengan garis tengah sekitar 40 cm atau dapat digunakan tempat pakan memanjang dengan ukuran 5 cm per ekor. 

Pakan untuk itik periode starter dapat dibeli di toko pakan ternak. Dari berbagai produk pakan ternak termasuk pakan itik periode starter agar memperhatikan kadar protein, energi metobolisme serta zat-zat lainnya agar sesuai dengan kebutuhan anak itik. Alternatif pakan dapat anda pelajari pada halaman PAKAN yang akan menjelaskan secara rinci tentang pakan itik baik kebutuhan akan zat gizi, bahan baku pakan buatan, cara pembuatan pakan altenatif dan lain sebagainya. 

5. Kontrol Berat Badan 

Untuk memperoleh bibit itik yang baik, peternak juga harus memperhatikan bobot berat badan itik. Untuk mengkontrol berat badan itik dapat dilakukan pada itik umur 4 minggu, selanjutnya kontrol berat badan dapat dilakukan setiap minggu di mana itik tidak diberi makan. Penimbangan dilakukan secara acak dengan jumlah kurang lebih 10% dari total populasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kerangka badan itik dapat terbentuk dengan baik sehingga diharapkan dapat memberikan produksi yang lebih baik, terutama bersarnya telur pada saat periode layer (masa bertelur) nanti. Agar berat badan itik seragam, perlu disediakan pakan, minuman, ruang yang cukup dan program seleksi. 

6. Seleksi 

Pada periode starter perlu dilakukan seleksi, itik yang lemah dapat dibuang dan secepatnya dilakukan pengelompokan itik berdasarkan berat badannya dengan kategori itik kecil, itik sedang dan itik besar. Itik yang kecil perlu diberi makanan extra. Maksud dari pengelompokan ini agar kemampuan itik untuk berebut pakan sama. Selain itu juga akan memudahkan penghitngan jumlah pakan yang harus diberikan sesuai dengan pengelompokan itu. 

7. Pencegahan Penyakit 

Penanganan itik pada periode starter harus dilakukan dengan seksama. Pada minggu pertama pemeliharaan anak itik merupakan masa kritis oleh sebab itu perhatian yang lebih harus diberikan kepada anak itik. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan setiap jam dan memastikan anak itik dalam keadaan yang baik. Selain itu ketersediaan air minum, pakan, keadaan kandang (induk buatan), apakah pemanas berfungsi dengan baik, penerangan kandang serta kebersihan tempat makan dan minum itik. Pencegahan penyakit dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan tempat itik dipelihara. 

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara anak bebek/DOD/Meri agar sehat dan tidak mati. Semoga bermanfaat.

< Sumber: far71.wordpress.com >
Baca


Peternakan bebek pedaging (Bebek Potong)



Peternakan bebek pedaging
Usaha peternakan bebek pedaging/bebek potong semakain baik dengan merebaknya warung-warung tenda di pinggir jalan membuat kebutuhan bebek potong dari hari ke hari semakin banyak. Awalnya bisnis ini memanfaatkan bebek petelur afkir yang sudah tidak produktif, tetapi seiring meningkatkan kebutuhan dan berkurangnya stok bebek afkir di kalangan pembudidaya bebek petelur maka penggunaan bebek afkir bergeser ke bebek muda. Selain mudah didapat, tekstur daging bebek muda lebih empuk. Begitu kira-kira alasan para pengusaha bebek goreng memilih bebek muda sebagai bahan baku dalam menjalankan usahanya. 

Selain menguntungkan buat pengusaha bebek goreng karena mudah memperolehnya, peluang ini menjadi bisnis baru buat para pembudidaya bebek. Banyak para pembudidaya bebek petelur beralih ke budidaya bebek potong karena masa panen lebih cepat yaitu 2-3 bulan dari DOD (Day Old Duck - Bebek Umur Sehari). Bahkan dengan pakan intensif, bebek potong ini bisa dipanen dalam waktu 40-45 hari. Selain itu teknis budidaya bebek potong lebih sederhana dibandingkan teknis budidaya bebek petelur. 

Dalam budidaya bebek petelur, kita harus memahami fase-fase perkembangan bebek, antara lain: masa pertumbuhan, masa produktif, dan masa rontok bulu. Dalam setiap fase tersebut perlakuan terhadap bebek berbeda-beda, dan kemampuan pengusaha dalam menguasai teknik pada bagian inilah letak keberhasilan dan kegagalan pengusaha bebek petelur. 

Lain halnya dengan budidaya bebek potong. Teknis budidayanya sangat mudah dan sederhana. Bisa dikatakan hanya sekedar kasih pakan dan bersihkan kandang secara teratur setiap hari, dua bulan kemudian panen. Mudah kan!

Jika anda membutuhkan DOD/meri anda bisa langsung menghubungi kami atau langsung datang ke peternakan kami. Terimakasih...
Baca


Penjual DOD/Meri Bebek Berkualitas



gambar dod bebek
dod bebek
Jika anda membutuhkan atau mencari penjual DOD bebek berkualitas di daerah lampung dan sekitarnya anda bisa menghubungi kami atau datang langsung ke peternakan kami di Jl. Pelita 1 No.26 Desa Bulukarto Kec. Gadingrejo Kab. Pringsewu Provinsi Lampung. Pemesanan dalam jumlah besar/banyak akan kami antar sampai tempat anda. Berikut ini beberapa tips setelah anda membeli DOD/Meri.

Pemeliharaan Anak Bebek/Itik Pada Periode Starter

DOD (Day Old Duck) adalah bebek baru menetas atau biasa disebut meri. Pembesaran DOD/Meri periode pertama disebut periode starter yaitu pembesaran itik umur 1 hari sampai dengan umur 2 bulan. Pemeliharaan anak itik selama periode strarter meliputi beberapa aspek seperti :

1. Induk Buatan 

Induk buatan sangat dibutuhkan itik pada periode starter, anak itik membutuhkan suhu ruang antara 35°C pada umur 1 minggu dan berangsur-angsur diturunkan hingga 18°C pada umur 4 minggu. Adapun sumber panas untuk menghangati anak itik dapat mengggunakan gasolek, lampu pijar ataupun lampu minyak yang dapat diletakan di atas induk buatan dengan ketinggian sekitar 45cm dari lantai. 

2. Kebutuhan Ruang 

Selain ditentukan oleh jenis itik yang akan dipelihara, kebutuhan ruang untuk anak itik juga ditentukan oleh cara pemeliharaan itik jantan dan betina serta tujuan pemeliharaaan itik, apakah akan dibudidayakan sebagai itik penghasil telur atau sebagai itik pedaging. Kepadatan populasi di dalam kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan itik. Di mana keadaan kandang yang terlalu sempit dapat mengakibatkan peningkatkan akumulasi zat karbon dioksida serta penurunan kadar oksigen di dalam kandang yang dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat serta itik rentan terhadap penyakit hingga dapat mengakibatkan kematian pada anak itik. 

Apabila pemeliharan itik umur 1 – 21 hari dilakukan di kandang pembesaran, maka cara mengatur kepadatan populasi dilakukan dengann cara luas kandang diperlebar dengan menggeser pagar penyekat sedemikian rupa sehingga luas kandang yang dimaksud sesuai dengan umur maupun jumlahnya. Apabila anak itik dipelihara di dalam kandang box, dilakukan dengan cara memindahakan sebagian itik ke dalam kandang box lainnya sehingga jumlah anak itik sesuai dengan luas kandang box yang ada. Kepadatan populasi ternak berdasarkan umur itik adalah sebagai berikut : 



3. Minuman dan Tempatnya 

Gambar DOD
DOD Bebek
Itik membutuhkan air minum yang lebih dibandingkan dengan unggas lainnya. Untuk itu air minum diberikan dengan tidak terbatas maksudnya agar ketersedian air minum untuk itik selalu tercukupi. Apabila itik kekurangan air minum dapat menyebabkan pertumbuhan itik menjadi lambat. Tempat air minum itik sebaiknya menggunakan tempat minuman buatan pabrik yang berbentuk gallon ataupun tempat minuman yang berbentuk memanjang. 

Adapun ukuran tempat minuman itik tergantung dari jumlah anak itik yang dipelihara, untuk 100 ekor anak itik dibutuhkan 3 hingga 4 buah tempat minuman berbentuk gallon tenteng 3,81 atau 2 buah pipa paralon masing-masing sepanjang 3 meter. Untuk menghidari itik dari berbagai penyakit, sebaiknya tempat minuman dibersihkan dan dicuci setiap hari dengan menggunakan deterjen ataupun desinfektan dengan dosis sesuai yang dianjurkan oleh pabrik pembuatnya. 

Transportasi dari tempat asal DOD ke tempat peternakan seringkali mengakibatkan anak itik mengalami stres. Untuk mengatasi masalah tersebut maka setelah anak itik dimasukan ke kandang (induk buatan), anak itik diberikan air minum yang dicampur dengan gula (50g gula/1 liter air) serta vitamin dan antibiotik pada hari pertama. Selanjutnya vitamin dan antibiotik dapat diberikan sampai anak itik berumur 3 hari. Pemberian pakan untuk anak itik dapat dilakukan setelah anak itik meminum campuran gula,vitamin, antibiotik dan air. Biasanya pakan diberikan setelah 3 jam kemudian. 

4. Pakan dan Tempatnya 

Pada periode starter anak itik harus mendapatkan pakan yang baik dimana kebutuhan pakan dengan kandungan protein kasar sebanyak 20% dan ME (energi metabolisme) 3000kkal/kg. Disamping kebuthan protein dan energi metabolisme, pakan itik pada periode starter juga harus memenuhi zat-zat lain yang akan dijelaskan pada halaman PAKAN. Adapun alternatif tempat pakan untuk setiap 100 ekor anak itik antara lain berupa empat buah tempat pakan berbentuk piringan bulat dengan garis tengah sekitar 30 cm, tiga buah tempat pakan dengan garis tengah sekitar 40 cm atau dapat digunakan tempat pakan memanjang dengan ukuran 5 cm per ekor. Pakan untuk itik periode starter dapat dibeli di toko pakan ternak.

Dari berbagai produk pakan ternak termasuk pakan itik periode starter agar memperhatikan kadar protein, energi metobolisme serta zat-zat lainnya agar sesuai dengan kebutuhan anak itik. Alternatif pakan dapat anda pelajari pada halaman PAKAN yang akan menjelaskan secara rinci tentang pakan itik baik kebutuhan akan zat gizi, bahan baku pakan buatan, cara pembuatan pakan altenatif dan lain sebagainya. 

5. Kontrol Berat Badan 

Untuk memperoleh bibit itik yang baik, peternak juga harus memperhatikan bobot berat badan itik. Untuk mengkontrol berat badan itik dapat dilakukan pada itik umur 4 minggu, selanjutnya kontrol berat badan dapat dilakukan setiap minggu di mana itik tidak diberi makan. Penimbangan dilakukan secara acak dengan jumlah kurang lebih 10% dari total populasi. 

Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kerangka badan itik dapat terbentuk dengan baik sehingga diharapkan dapat memberikan produksi yang lebih baik, terutama bersarnya telur pada saat periode layer (masa bertelur) nanti. Agar berat badan itik seragam, perlu disediakan pakan, minuman, ruang yang cukup dan program seleksi.

6. Seleksi 

Pada periode starter perlu dilakukan seleksi, itik yang lemah dapat dibuang dan secepatnya dilakukan pengelompokan itik berdasarkan berat badannya dengan kategori itik kecil, itik sedang dan itik besar. Itik yang kecil perlu diberi makanan extra. Maksud dari pengelompokan ini agar kemampuan itik untuk berebut pakan sama. Selain itu juga akan memudahkan penghitngan jumlah pakan yang harus diberikan sesuai dengan pengelompokan itu. 

7. Pencegahan Penyakit 

Penanganan itik pada periode starter harus dilakukan dengan seksama. Pada minggu pertama pemeliharaan anak itik merupakan masa kritis oleh sebab itu perhatian yang lebih harus diberikan kepada anak itik. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan setiap jam dan memastikan anak itik dalam keadaan yang baik. Selain itu ketersediaan air minum, pakan, keadaan kandang (induk buatan), apakah pemanas berfungsi dengan baik, penerangan kandang serta kebersihan tempat makan dan minum itik. Pencegahan penyakit dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan tempat itik dipelihara.

Itulah yang perlu diperhatikan setelah anda memesan/membeli DOD/meri, jika anda berminat untuk memesanya dari kami silahkan hubungi kami, untuk harga anda bisa melihatnya di halaman daftar harga bebek, keterangan lebih lanjut bisa hubungi kami. Terimakasih.
Baca


Tahap-Tahap Pemeliharaan Ternak Bebek/Itik



Dalam berternak bebek/itik banyak sekali tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan ternak bebek/itik, agar hasil peternakan sesuai dengan harapan kita. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan ternak bebek/itik.



1) Sanitasi dan Tindakan Preventif

Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

2) Pengontrol Penyakit

Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

3) Pemberian Pakan

Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut
terbagi dalam empat kelompok yaitu:
  • umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
  • umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
  • umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
  • umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara

pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus). Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
  • umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
  • umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
  • umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

4) Pemeliharaan Kandang

Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.
Baca


Cara Pembibitan Ternak Bebek (Itik)



Banyak orang yang bertanya bagai mana si cara pembibitan ternak bebek/itik yang efektif dan benar. Perlu anda ketahui ternak bebek/itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan. Agar hasil peternakan kita sesuai dengan apa yang kita harapkan. Beternak bukanlah hal yang mudah, banyak hal yang perlu kita pikirkan salah satunya adalah pembibitan. Berikut ini tahap-tahap dalam pembibitan ternak bebek/itik.

1) Pemilihan bibit dan calon induk

Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :

  • membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya.
  • memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas.
  • membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

2) Perawatan bibit dan calon induk


  • Perawatan Bibit Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral. 
  • Perawatan calon Induk Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina. 

3) Reproduksi dan Perkawinan 

Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).
Baca


Hama dan Penyakit Ternak Bebek/Itik



Banyak sekali hama dan penyakit yang dapat menyerang ternak bebek/itik, namun secara garis besar penyakit bebek/itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat


Adapun jenis penyakit bebek/itik yang biasa menyerang adalah:

1) Penyakit Duck Cholera Penyebab: bakteri Pasteurela avicida. Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.

2) Penyakit Salmonellosis Penyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

Baca


Kegiatan Pasca Panen Telur Bebek/Itik



Kegiatan pasca panen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur bebek/itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Oleh karena itu kegiatan pasca panen ini sangatlah penting.




Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu: 
  1. Pengawetan dengan air hangat Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
  2. Pengawetan telur dengan daun jambu biji Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
  3. Pengawetan telur dengan minyak kelapa Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah. 
  4. Pengawetan telur dengan natrium silikat Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan. 
  5. Pengawetan telur dengan garam dapur Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.
Demikian sekilas tentang kegiatan pasca panen telur bebek/itik. semoga bermanfaat.
Baca


 

Artikel Terbaru

Tentang Kami

Peternakan Eko Jaya adalah sentra peternakan di daerah lampung, tepatnya di daerah pringsewu. Alhamdulillah dengan berkat rahmat Allah SWT peternakan kami menjadi salah satu peternakan terbaik di Provinsi Lampung, dengan luas area 1,2 hektar. Berbagai penghargaan telah kami dapatkan namun yang paling penting bagi kami adalah kepuasan dan kepercayaan dari pelanggan kami. Apabila ada kritik dan saran silahkan hubungi kami, dan secepatnya akan kami balas. Terimakasih.
Return to top of page Copyright © 2012 | Design by Sidikjazz